Dua Mahasiswi UNIDA Gontor Teliti Pembelajaran Bahasa Arab di Markaz Arabiyah Pare

KEDIRI — Dua mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) UNIDA Gontor Kampus C memulai penelitian tesis di Markaz Arabiyah Pare, Kediri, pada 1 September 2026. Keduanya sama-sama mengkaji pembelajaran keterampilan berbicara atau kalam bahasa Arab, tetapi menggunakan perspektif teori yang berbeda.

Penelitian pertama dilakukan oleh Aisyah Mufti dengan fokus pada penerapan teori Multiple Intelligence dalam pengajaran kalam. Sementara itu, Halwa Khoerunnisa mengkaji efektivitas Program Akbarnas dalam mengembangkan keterampilan berbicara bahasa Arab melalui perspektif teori sosio-kultural Vygotsky.

Kedua penelitian tersebut diharapkan dapat menambah referensi dalam pengembangan metode pengajaran bahasa Arab, khususnya pada lembaga pendidikan nonformal. Kajian ini juga melihat praktik pembelajaran bahasa Arab di Pare yang selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan pembelajaran bahasa di Indonesia.

Markaz Arabiyah menjadi salah satu lokasi yang menarik bagi mahasiswa dan peneliti untuk mengkaji praktik pengajaran bahasa Arab di luar lingkungan kelas formal. Berbagai penelitian lapangan dapat dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan metode, program pembelajaran, serta aktivitas penggunaan bahasa Arab dalam keseharian santri.

Kajian Multiple Intelligence dalam Pembelajaran Kalam

Penelitian Aisyah Mufti berjudul “Pengajaran Bahasa Arab Berbasis Teori Multiple Intelligence di Markaz Arabiyah Pare Kediri: Kajian dalam Perspektif Rusydi Ahmad Thu’aimah.” Observasi penelitian dipusatkan di kelas Syarqi Awwal, khususnya pada sesi pembelajaran kalam yang menjadi bagian penting dalam pengembangan keterampilan berbahasa aktif santri.

Dalam pengamatannya, Aisyah menemukan penerapan enam jenis kecerdasan dalam proses pembelajaran, yaitu kecerdasan kinestetik, verbal, intrapersonal, interpersonal, visual, dan logis.

Keenam jenis kecerdasan tersebut diintegrasikan oleh pengajar melalui berbagai aktivitas pembelajaran. Pendekatan tersebut memungkinkan santri dengan karakteristik dan kecenderungan belajar yang berbeda untuk terlibat dalam proses pembelajaran kalam.

Salah satu media pembelajaran yang digunakan adalah permainan domino adad ma’dud. Media edukatif tersebut digunakan untuk melatih penguasaan bilangan dalam bahasa Arab melalui aktivitas bermain dan interaksi antarsantri.

Penggunaan permainan dalam pembelajaran juga menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan variatif. Penerapan tersebut kemudian dianalisis dengan merujuk pada pemikiran Rusydi Ahmad Thu’aimah, salah satu tokoh yang banyak digunakan sebagai rujukan dalam kajian metodologi pengajaran bahasa Arab.

Program Akbarnas dalam Perspektif Vygotsky

Sementara itu, Halwa Khoerunnisa melakukan penelitian berjudul “Analisis Implementasi Program Akbarnas untuk Mengembangkan Keterampilan Berbicara Bahasa Arab dalam Tinjauan Teori Sosio-kultural Vygotsky: Studi Kasus di Markaz Arabiyah Pare.”

Penelitian ini berfokus pada Program Akbarnas, yaitu program intensif berdurasi dua bulan yang wajib diikuti oleh seluruh santri peserta. Halwa mengkaji bagaimana implementasi program tersebut berkontribusi terhadap pengembangan kemampuan kalam santri.

Kajian tersebut menggunakan perspektif teori sosio-kultural Vygotsky yang menekankan pentingnya interaksi sosial dalam proses pembelajaran dan perkembangan kemampuan berbahasa. Perspektif ini digunakan untuk melihat praktik komunikasi dan interaksi yang berlangsung secara intensif antarsantri selama mengikuti Program Akbarnas.

Selain pelaksanaan program, penelitian tersebut juga menelusuri struktur kurikulum yang diterapkan serta mentalitas santri dalam mempraktikkan bahasa Arab secara aktif di kelas.

Aspek mentalitas menjadi salah satu perhatian dalam penelitian karena keberanian untuk berbicara merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran bahasa asing. Santri tidak hanya dituntut memahami materi, tetapi juga membangun kepercayaan diri untuk menggunakan bahasa Arab dalam komunikasi.

Wawancara Penelitian Mahasiswi Unida Gontor di Markaz Arabiyah

Penelitian dan Publikasi Ilmiah

Sebagai bagian dari prosedur penelitian di Markaz Arabiyah, setiap peneliti yang melakukan observasi maupun penelitian lapangan di lembaga tersebut diwajibkan menerbitkan jurnal ilmiah yang berkaitan dengan hasil penelitian.

Ketentuan tersebut berlaku bagi seluruh peneliti, termasuk Aisyah Mufti dan Halwa Khoerunnisa. Publikasi ilmiah menjadi bagian dari pertanggungjawaban akademik sekaligus bentuk kontribusi keilmuan dari penelitian yang dilakukan di Markaz Arabiyah.

Melalui kewajiban tersebut, hasil penelitian tidak hanya berhenti pada penyusunan tesis, tetapi juga diharapkan dapat terdokumentasi dan memberikan manfaat bagi pengembangan kajian pembelajaran bahasa Arab.

Kontribusi bagi Pembelajaran Bahasa Arab

Kedua penelitian tersebut mengambil fokus yang sama, yakni pengembangan keterampilan kalam, tetapi menggunakan sudut pandang teori yang berbeda. Penelitian Aisyah menyoroti penerapan Multiple Intelligence dalam proses pembelajaran, sedangkan penelitian Halwa melihat Program Akbarnas melalui perspektif sosio-kultural Vygotsky.

Perbedaan perspektif tersebut memberikan ruang untuk melihat pembelajaran bahasa Arab dari sisi yang lebih beragam, mulai dari karakteristik kecerdasan peserta didik, penggunaan media pembelajaran, interaksi sosial, hingga keberanian santri dalam mempraktikkan bahasa Arab.

Hasil akhir kedua penelitian diharapkan dapat menjadi tambahan referensi bagi pengembangan pembelajaran kalam bahasa Arab, khususnya pada lembaga pendidikan nonformal dan lingkungan pesantren bahasa. Penelitian tersebut juga diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai penerapan pembelajaran bahasa Arab yang variatif dan sesuai dengan kebutuhan santri.

Scroll to Top