Global Experience Learning Markaz Arabiyah, Santri ke Malaysia-Singapura

Markaz Arabiyyah resmi meluncurkan program “Global Experience Learning”, sebuah inisiatif pendidikan berbasis pengalaman (experiential learning) yang dirancang selama lima hari empat malam, sejak 11 Agustus 2026 hingga 16 Agustus 2026. Program ini membawa para santri untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di dua negara, yaitu Singapura dan Malaysia, dengan pendekatan yang memadukan aspek akademik, sosial-budaya, pengembangan wawasan global, dan kesempatan mengaplikasikan micro teaching di Pondok Pesantren An-Nur Malaysia.

Berbeda dari perjalanan wisata pada umumnya, program ini dikonstruksi sebagai model pembelajaran kontekstual (contextual learning) yang menempatkan santri sebagai subjek aktif dalam memperoleh pengetahuan melalui observasi langsung, interaksi lintas budaya, serta kunjungan ke lembaga pendidikan tinggi ternama di kawasan Asia Tenggara. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan modern yang menekankan pentingnya keterpaparan (exposure) terhadap lingkungan internasional sebagai bagian dari pembentukan kompetensi global (global competence) peserta didik.

Memulai Perjalanan dari Jakarta

Rangkaian kegiatan diawali pada pukul 04.30 WIB di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Terminal 3. Para peserta menjalani proses registrasi, penerimaan identitas resmi (ID card), pengarahan teknis perjalanan (briefing), serta prosedur penyerahan bagasi secara sistematis.

Setelah menyelesaikan proses check-in dan pemeriksaan keimigrasian, rombongan bertolak menuju Singapura menggunakan maskapai TransNusa pukul 07.55 WIB, dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Changi pada pukul 10.45 waktu setempat.

Mengenal Singapura melalui Edukasi dan Budaya

Setibanya di Singapura, peserta diajak melakukan eksplorasi terhadap Jewel Changi Airport, termasuk atraksi Rain Vortex yang menjadi ikon arsitektural sekaligus rekayasa lingkungan kawasan tersebut. Usai makan siang, perjalanan dilanjutkan ke Merlion Park dan Masjid Sultan sebagai bagian dari pengenalan terhadap keragaman sosial, historis, dan keagamaan di Singapura. Kunjungan ini memberikan gambaran empiris mengenai harmoni antara modernitas perkotaan dan pelestarian identitas budaya-religius masyarakat setempat.

Pada sore hari, rombongan mengunjungi Gardens by the Bay sebagai studi lapangan mengenai inovasi tata ruang hijau perkotaan (urban green infrastructure), sebelum melanjutkan kunjungan singkat ke Universal Studios Singapore untuk sesi dokumentasi.

Selain agenda destinasi wisata, peserta turut mengikuti kegiatan University Visit & Academic Sharing di salah satu perguruan tinggi setempat. Sesi ini memberikan pengalaman akademik autentik sekaligus wawasan mengenai sistem dan budaya pendidikan tinggi internasional.

Melanjutkan Perjalanan ke Malaysia: Eksplorasi Akademik dan Kultural

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di Singapura tuntas, rombongan melanjutkan perjalanan darat menuju Malaysia melalui Tuas Checkpoint pada pukul 19.30 waktu setempat. Perjalanan berlangsung hingga malam hari sebelum peserta tiba di Malaka sekitar pukul 23.30 untuk proses check-in hotel dan istirahat malam.

Memasuki fase kedua program, peserta melanjutkan agenda dengan kunjungan ke berbagai situs bersejarah di Malaka yang merepresentasikan jejak akulturasi budaya Melayu, Tionghoa, India, dan Eropa dalam satu kawasan warisan dunia (UNESCO World Heritage Site). Kegiatan Heritage Tour Malacca ini menjadi sarana pembelajaran sejarah maritim dan peradaban Asia Tenggara secara kontekstual.

Rangkaian dilanjutkan dengan kunjungan akademik ke International Islamic University Malaysia (IIUM), salah satu institusi pendidikan tinggi Islam terkemuka di kawasan regional. Kunjungan ini memungkinkan peserta memperoleh gambaran langsung mengenai integrasi keilmuan Islam dan sains modern dalam sistem pendidikan tinggi, sekaligus membuka wawasan mengenai peluang studi lanjut di tingkat internasional.

Agenda kemudian berlanjut ke Kuala Lumpur City Tour, yang menampilkan lanskap urban modern ibu kota Malaysia, serta Putrajaya Government City Tour sebagai studi kasus perencanaan kota administratif pemerintahan yang terintegrasi dengan estetika arsitektur Islam kontemporer.

Sebagai satu kesatuan kurikulum pengalaman lapangan, program ini menghadirkan sejumlah komponen kegiatan yang dirancang secara terstruktur untuk mengoptimalkan capaian pembelajaran, di antaranya:

  • Singapore Educational City Tour — observasi lapangan terhadap perencanaan kota berbasis pendidikan
  • Jewel Changi Airport Experience — pengenalan inovasi arsitektur dan rekayasa lingkungan
  • School Visit & Microteaching Program — praktik pengajaran mikro sebagai simulasi kompetensi pedagogis lintas negara
  • Cultural Exchange Program — interaksi sosial-budaya guna membangun kompetensi komunikasi lintas budaya
  • International Islamic University Malaysia Visit — studi banding sistem pendidikan tinggi Islam internasional
  • Heritage Tour Malacca — kajian historis-kultural terhadap warisan peradaban Asia Tenggara
  • Kuala Lumpur City Tour — observasi dinamika perkotaan dan pembangunan modern
  • Putrajaya Government City Tour — studi tata kelola kota administratif pemerintahan
  • Shopping Experience — pengembangan kemandirian dan literasi ekonomi peserta
  • Professional Documentation — pendokumentasian kegiatan secara profesional sebagai arsip pembelajaran
  • Certificate of Participation — bentuk pengakuan formal atas partisipasi dan capaian peserta dalam program
  • Halal Meals Throughout the Program — jaminan pemenuhan standar konsumsi sesuai prinsip syariat selama keseluruhan rangkaian kegiatan

Keseluruhan komponen tersebut disusun secara sistematis untuk memastikan bahwa setiap tahapan perjalanan memiliki nilai edukatif yang terukur, tidak hanya dari aspek rekreatif, tetapi juga dari dimensi akademik, spiritual, dan pengembangan karakter peserta.

Belajar dari Pengalaman Internasional

Program Global Experience Learning merupakan bagian dari upaya Markaz Arabiyyah dalam menghadirkan model pembelajaran yang lebih holistik melalui pengalaman langsung di luar lingkungan sekolah formal. Dengan memadukan kunjungan akademik, pengenalan lintas budaya, serta eksplorasi lingkungan internasional, peserta diharapkan mampu mengonstruksi pemahaman baru mengenai sistem pendidikan, keragaman budaya, dan dinamika kehidupan masyarakat di negara lain secara empiris.

Perjalanan ke Singapura dan Malaysia ini sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter bagi para santri untuk mengembangkan kemandirian, keterampilan adaptasi sosial, serta perspektif global (global mindset) yang menjadi bekal esensial dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin terkoneksi dan kompetitif.

Scroll to Top