Keistimewaan Bahasa Arab Yang Harus Kamu Ketahui

Sekarang, peminat belajar bahasa Arab cukup meningkat. Mengutip dari Republika.co.id, bahwa minat belajar bahasa Arab dari kalangan masyarakat Indonesia mengalami peningkatan. Terbukti dari banyaknya pelajar Indonesia yang meneruskan pendidikannya ke Timur Tengah, seperti Mesir, Arab Saudi, Yaman dan negara Arab lainnya. Bahkan, sebagian pengajar bahasa Arab di Timur Tengah berasal dari Indonesia, lho.

Pembelajaran bahasa Arab di Markaz Arabiyah
Pembelajaran bahasa Arab di Markaz Arabiyah

Kok bisa minat belajar bahasa Arab meningkat? Emang seberapa penting dan istimewanya sih bahasa Arab itu, sehingga banyak yang mempelajarinya?

Sangat istimewa! Coba kita perhatikan.

Selain bahasa Inggris, bahasa Arab juga ternyata merupakan bahasa dunia. Karena lebih 20 negara dan 200 juta jiwa manusia memakai bahasa Arab untuk berkomunikasi. Jika seseorang mempelajari bahasa Arab saja, itu berarti ia telah mempelajari lebih dari 20 bahasa negara di dunia.

Maka, tak salah seorang cendikiawan berkata, “Dengan menguasai bahasa Arab-Inggris, kita akan menguasai dua kehidupan dunia.” Hebatkan?

Bahkan seorang dosen linguistik di salah satu universitas terkenal di Inggris, telah menghabiskan waktu selama puluhan tahun untuk mengkaji beberapa dokumentasi ilmiah, manuskrip, literatur, ensiklopedi, dan lain sebagainya untuk mencapai hasil yang memuaskan. Dia adalah Prof. Dr. Tahiyya ‘Abdul ‘Aziz, pengarang kitab berbahasa Inggris “Arabic Language The Origin of Languages”,  artinya, Bahasa Arab, Asal Mula Bahasa-Bahasa.

Kunjungan Profesor Faisol Ibrahim dari Sudan

Selain itu, Bahasa Arab juga adalah bahasa yang memiliki kosakata paling banyak. Bayangkan saja, bahasa Latin memiliki tujuh ratus akar kata, bahasa Saxonia mempunyai seribu akar kata saja. Sementara Bahasa Arab memiliki enam belas ribu akar kata! Bahasa Arab luas dalam kata kerja, asal kata, dan susunan kalimatnya.

Sudah menjadi sunnatullah (hukum alam) bahwa yang merasa kekurangan akan meminta bantuan kepada yang mempunyai kelebihan. Begitulah analoginya, bahwa bahasa lain yang merasa kekurangan akan mengadopsi bahasa Arab yang kaya dengan kosa katanya, dan menganggapnya sebagai bahasa induk bagi semua bahasa di dunia. Seperti bahasa Indonesia, di dalamnya banyak kata serapan dari bahasa Arab. Contohnya seperti khianat, khidmat, kertas, maut dan masih banyak lagi. Begitu juga dengan bahasa Sunda yang mempunyai kata serapan dari 12 bahasa. Sebanyak 29,05% kata serapan bahasa Sunda berasal dari bahasa Arab.

Tak hanya di Indonesia, bahasa Arab juga menjadi bahasa yang peminatnya cukup besar di Barat. Di Amerika misalnya, banyak perguruan tinggi yang menjadikan bahasa Arab sebagai salah satu mata kuliahnya. Termasuk perguruan tinggi Katolik atau Kristen. Tentu saja dengan berbagai maksud dan tujuan mereka dalam mempelajarinya.

Sebagai contoh, universitas swasta terpandang di dunia, Harvard University, yang didirikan oleh para petinggi dan pemuka Protestan. Demikian pula Georgetown University, sebuah universitas swasta Katolik, keduanya mempunyai pusat Studi Arab.

Itu masih dalam pandangan luar Islam, lho. Belum lagi menurut pandangan Islam, pembahasannya akan sangat panjang. Hehe

Dalam hadits Nabi, dijelaskan bahwa bahasa Arab adalah bahasa Al-Quran, bahasa Nabi Kita Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan bahasa para penghuni Surga.

Jadi bahasa Arab itu bahasa siapa?

Tentu bahasa kita sebagai Muslim!

Jika orang Barat saja semangat untuk belajar bahasa Arab, kita seharusnya lebih semangat lagi belajar bahasa kita sendiri.

Mengutip dari Tribunnewswiki.com, ada anak keturunan China berbicara bahasa Arab dengan lancar dan fashih di ajang pencarian bakat. Ketika ditanya, “Kenapa kamu belajar bahasa Arab?”

Apa jawaban anak kecil tadi?

Dia menjawab, “Karena aku muslim.”

Oleh karena itu, belajar bahasa Arab sangat penting, terutama bagi kita seorang muslim. Begitu banyak ilmu agama yang ditulis dengan bahasa Arab. Jika tidak paham bahasa Arab, maka bagaimana bisa paham ilmu agama secara sempurna? Sedangkan bahasa Arab itu adalah kunci segala ilmu agama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *